Blogger news

--- Ya Allah jadikanlah cintamu tercurah padaku --- Jadikanlah kecintaan orang-orang yang mencintaimu adalah cintaku --- Jadikanlah segala tindakan dan amalku selalu mengantar kepada mencintaimu --- jadikanlah cintaku padamu melebihi segala hal dari diriku dan keluargaku ---
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al Quran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tafsir Al Quran. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Januari 2016

Kajian Tafsir Al-Quran oleh Ust. Sumardi Erlambang

Kajian "Tafsir Al-Quran"

Kajian "Tafsir Al-Quran" hadir setiap hari Jumat pagi di radio El Victor Surabaya. Kajian ini diasuh oleh Ust. Sumardi Erlambang yang membahas tentang tafsir Al-Quran kontemporer.
 
Silahkan menikmati kajian beliau dibawah ini ......

Bulan November 2012 Jumat, 2 November 2012 ( Hikmah di balik kegagalan )

Bulan Oktober 2012
Jum'at, 5 Oktober 2012 ( Tafsir An-Naba' ayat 21 )
Jum'at, 12 Oktober 2012 ( Tafsir An-Naba' ayat 22 )


Bulan September 2012
Jumat, 07 September 2012 ( Tafsir An-Naba ayat 17 )
Jumat, 14 September 2012 ( Tafsir An-Naba ayat 18 )
Jumat, 21 September 2012  ( Tafsir An-Naba ayat 19 )              
Jumat, 28 September 2012 ( Tafsir An-Naba ayat 20)

 
Bulan Agustus 2012
Jumat, 03 Agustus 2012                         Jumat, 10 Agustus 2012 
Jumat, 17 Agustus 2012                         Jumat, 24 Agustus 2012 (Libur)
Jumat, 31 Agustus 2012

Bulan Juli 2012
Jumat, 6 Juli 2012
Jumat, 13 Juli 2012
Jumat, 20 Juli 2012
Jumat, 27 Juli 2012

Bulan Juni 2012
Jumat, 1 Juni 2012
Jumat, 8 Juni 2012
Jumat, 15 Juni 2012
Jumat, 22 Juni 2012
Jumat, 29 Juni 2012

Bulan Mei 2012
Jumat, 4 Mei 2012
Jumat, 11 Mei 2012
Jumat, 18 Mei 2012
Jumat, 25 Mei 2012

Bulan April 2012
Jumat, 6 April 2012
Jumat, 13 April 2012

Bulan Maret 2012
Jumat, 2 Maret 2012
Jumat, 9 Maret 2012
Jumat, 16 Maret 2012
Jumat, 23 Maret 2012
Jumat, 30 Maret 2012

Bulan Februari 2012
Jumat, 10 Februari 2012
Jumat, 17 Februari 2012

Bulan Januari 2012 >
Jumat, 6 Januari 2012
Jumat, 13 Januari 2012 (QS Ali Imron : 49)
Jumat, 20 Januari 2012 (QS Ali Imron : 50)
Jumat, 27 Januari 2012

Bulan Desember 2011
Jumat, 2 Desember 2011 (QS Ali Imron : 42)
Selasa, 6 Desember 2011 (QS Ali Imron : 43)
Jumat, 9 Desember 2011 (QS Ali Imron : 44)
Selasa, 12 Desember 2011 (QS Ali Imron : 44)
Jumat, 16 Desember 2011 (QS Ali Imron : 45)
Selasa, 20 Desember 2011 (QS Ali Imron : 46)
Jumat, 23 Desember 2011 (QS Ali Imron : 47)
Selasa, 27 Desember 2011 (QS Ali Imron : 47 dan QS Maryam : 19-22)
Jumat, 30 Desember 2011 (QS Ali Imron : 48)

Bulan November 2011
Selasa, 1 November 2011 (QS Ali Imron : 32)
Jumat, 4 November 2011 (QS Ali Imron : 33)
Selasa, 8 November 2011 (QS Ali Imron : 34)
Jumat, 11 November 2011 (QS Ali Imron : 35-36)
Selasa, 15 November 2011 (QS Ali Imron : 37)
Jumat, 18 November 2011 (QS Ali Imron : 38)
Selasa, 22 November 2011 (QS Ali Imron : 37)
Jumat, 25 November 2011 (QS Ali Imron : 39)
Selasa, 29 November 2011 (QS Ali Imron : 40)

Bulan Oktober 2011
Selasa, 4 Oktober 2011 (QS Ali Imron : 27)
Jumat, 7 Oktober 2011 (QS Ali Imron : 28)
Selasa, 11 Oktober 2011 (QS Ali Imron : 28)
Jumat, 14 Oktober 2011 (QS Ali Imron : 29)
Selasa, 18 Oktober 2011 (QS Ali Imron : 29)
Selasa, 25 Oktober 2011 (QS Ali Imron : 30)

Bulan September 2011
Selasa, 13 September 2011
Jumat, 16 September 2011
Selasa, 20 September 2011
Jumat, 23 September 2011
Selasa, 27 September 2011
Jumat, 30 September 2011

Bulan Juli 2011
Jumat, 1 Juli 2011
Selasa, 5 Juli 2011
Selasa, 12 Juli 2011
Selasa, 19 Juli 2011
Jumat, 22 Juli 2011
Selasa, 26 Juli 2011
Jumat, 29 Juli 2011

Bulan Juni 2011
Jumat, 24 Juni 2011

Bulan April 2011
Jumat, 1 April 2011
Selasa, 5 April 2011
Jumat 15 April 2011


Bulan Februari 2011
Selasa, 1 Februari 2011
Jumat, 4 Februari 2011
Selasa, 8 Februari 2011
Jumat, 11 Februari 2011
Selasa, 15 Februari 2011
Selasa, 22 Februari 2011
Jumat, 25 Februari 2011

Bulan Januari 2011
Jumat, 21 Januari 2011
Selasa, 25 Januari 2011
Jumat 28 Januari 2011

Baca selengkapnya......

Selasa, 19 Februari 2013

Buku Su’al Jawab Memahami Gaya Bahasa Al-Qur’an

SU’AL JAWAB MEMAHAMI GAYA BAHASA AL-QUR’AN

Oleh : Sumardi Erlambang





Ebook ini dibuat khusus untuk peminat dari luar kota, 
yang rumahnya di seputaran Surabaya mohon beli bukunya langsung. Semoga bermanfaat

Baca selengkapnya......

Rabu, 02 Januari 2013

Pengumuman

Sehubungan dengan adanya usaha dari para santri Alm. Ust. Sumardi Erlambang untuk melestarikan karya-karya beliau, maka lewat web ini kami secara pribadi berusaha untuk membantu menampung  karya-karya beliau dalam bentuk apapun baik berupa rekaman audio, video, tulisan, makalah dll.

Kami mengharap bagi semua pihak yang mempunyai karya-karya beliau dapat menghubungi atau mengirimkannya langsung ke :
 1. Panitia khusus (masih dalam proses pembentukan)
 2. Admin blog "Pengajian Islami" melalui :
     pengajianislami@gmail.com
     pengajianislam@mail.com


Jazakumullah Khairan Katsiran Wa Jazakumullah Ahsanal Jaza

Baca selengkapnya......

Minggu, 04 November 2012

Berita Duka


INNALILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN

Telah meninggal dunia

Sabtu, 3 November 2012

Semoga semua dosa beliau diampuni Allah SWT,
dan amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT
serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah SWT
Aamiin



Langit tertutup awan
angin pun bertiup perlahan
seperti ruang yang kosong
apakah alam juga berduka?

dia yang masih belia
seumur hidupnya hanya untuk mencari cinta-Nya
kini dia telah kembali kepada yang dicinta
sang petualang pencari cinta

cintanya kepada Sang Khalik
cintanya kepada yang Maha
Allah azza wa jalla
selamat jalan sang pecinta

Baca selengkapnya......

Jumat, 20 Juli 2012

Tafsir Quran, 20 Juli 2012

Mengawali bulan puasa, Ustad Sumardi Erlambang tidak melanjutkan tafsir kontekstual mengenai ayat ke 11 dari surat An-Naba'.
Tetapi beliau memberikan beberapa catatan mengenai puasa Ramadhan, 2 catatan penting diantaranya :
1. Mengapa ada perbedaan dalam penentuan awal puasa
2. Tujuan puasa
Setelah mendengarkan kajian beliau mengenai tujuan puasa, saya pribadi merasa seakan-akan belum pernah berpuasa seharipun.

 
Silahkan nikmati kajian beliau dibawah ini ......

.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 13 Juli 2012

Tafsir Al Quran, Jumat 13 Juli 2012



"dan kami jadikan malam sebagai pakaian"

Ustad Sumardi Erlambang kembali menjelaskan tafsir kontekstual mengenai ayat ke 10 dari surat An-Naba' diatas. Bagaimana beliau memaknai setiap suku kata dari ayat diatas?

 
Silahkan dinikmati dibawah ini ......

.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 06 Juli 2012

Tafsir Quran, Jumat 6 Juli 2012


"dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat"

Penggalan surat diatas adalah ayat ke 9 dari surat An-Naba'. Sebuah ayat yang singkat dan sederhana, namun ternyata pengetahuan yang luas diperlukan untuk mengupas ayat ini lebih dalam.
Bagaimana ulasan Ustad Sumardi Erlambang mengenai ayat ini ?
Dalam ulasan beliau juga banyak menyinggung masalah lain antara lain kontroversi tentang Ashabul Kahfi yang menurut saya, telah beliau jelaskan dengan lebih sederhana dan "logis".
 
Silahkan dinikmati dibawah ini ......

.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 15 Juni 2012

Jumat, 18 Mei 2012

Kajian Al Quran, Jumat 18 Mei 2012

Kajian Al Quran minggu ini akan membahas QS Ali Imron ayat 75-76


75. di antara ahli kitab ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya harta yang banyak, dikembalikannya kepadamu; dan di antara mereka ada orang yang jika kamu mempercayakan kepadanya satu dinar, tidak dikembalikannya kepadamu kecuali jika kamu selalu menagihnya. yang demikian itu lantaran mereka mengatakan: "tidak ada dosa bagi Kami terhadap orang-orang ummi[1]. mereka berkata Dusta terhadap Allah, Padahal mereka mengetahui.
76. (Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya[2] dan bertakwa, Maka Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.

[1] Yang mereka maksud dengan orang-orang Ummi dalam ayat ini adalah orang non Yahudi termasuk orang Arab.
[2] Yakni janji yang telah dibuat seseorang baik terhadap sesama manusia maupun terhadap Allah.

Ayat ini menggambarkan secara detail tentang kondisi sosial orang Yahudi dalam kalangan masyarakat Madinah waktu itu, supaya kita dapat mengambil hikmah untuk kehidupan saat ini. Pada saat itu, kondisi sosial orang Yahudi di Madinah terbagi menjadi 2 yaitu ;
1.    Orang Yahudi yang amanah yang akan mengembalikan setiap amanah walaupun hanya senilai 1 dinar (sangat sedikit)
2.    Orang Yahudi yang kurang amanah yang akan mengembalikan amanah setelah kita menagihnya berkali-kali

Amanah berasal dari akar kata yang  sama dengan iman. Iman berarti aman, nyaman.

Menurut ustad Sumardi Erlambang, Titik aman (Iman) itu dapat dibagi 2 macam yaitu :
1.    Titik aman dalam konteks teologi
Orang yang beriman adalah orang yang telah sampai di titik aman (yakin) ketika dia bisa menerima bahwa Tuhan itu ada dan bisa diterima dengan argumen rasional dan pengalaman setelah berbagai pengalaman yang berliku-liku.
2.    Titik aman dalam konteks sikap etis
Ketika seseorang memberi tampilan sikap baik kepada diri sendiri maupun orang lain dalam lingkungannya.

Pertanyaan dari pendengar
 

1.    Apakah benar nabi Isa (Yesus) diangkat ke Langit seperti kisah kenaikan Isa?
Nabi Isa sudah wafat, dan beliau diangkat bukan ke langit seperti banyak keyakinan orang Nasrani. Tetapi diangkat ke sisi Allah dalam arti diangkat kemuliannya karena beliau gagal disalib oleh para pendeta Yahudi (hukuman salib waktu itu adalah hukuman paling hina yang akan dijatuhkan kepada para pengkhianat negara).
Nabi Isa juga tidak akan diturunkan lagi ke dunia ini untuk berbagai hal seperti yang sebagian dari kita pahami selama ini misalnya untuk membunuh dajjal, menjadi hakim yang adil dll). Semua ini diajarkan oleh Paulus bukan ajaran kitab suci Injil.
Karena itu, kita tidak usah ikut-ikut meyakini ajaran Paulus.

2.    Banyak para pejabat kita sekarang tidak lagi amanah, bagaimana sikap kita?
Rasulullah pernah bersabda:
“Kehancuran umat terdahulu Ketika para pembesar melakukan kejahatan mereka lepas dari kejahatan tetapi jika orang kecil yang melakukan kesalahan maka hukum ditegakkan seadil-adilnya, dan kemudian beliau berkata “seandainya Fatimah putirku mencuri maka aku sendiri yang akan memotong tangannya”
Seharusnya penegakan hukum tidak hanya diterapkan pada para mantan pejabat tetapi juga kepada pejabat yang aktif. Dan yang salah harus diturunkan sesuai dengan prosedurnya.

3.    Ada tetangga saya yang orangnya Soleh namun dia miskin, kami ingin membantunya namun dia merasa sudah bahagia. Bagaimana sikap kita?
 

Menurut saya kufur itu dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
1.    Kufur Teologis
2.    Kufur Nikmat

Mungkin sikap tetangga bapak itu dilandasi dengan sikap qonaah menerima kenyataan dengan lapang dada dalam tasawuf beliau sudah dalam maqom ridho. Untuk mencapai kebahagiaan maka kita boleh bersikap qonaah seperti itu.
Tetapi untuk harga diri dan kejayaan umat dibandingkan dengan umat agama lainmaka kita harus mengambil sikap lain, umat Islam harus menjadi orang yang kaya raya dan dapat membantu Islam dengan kekayaannya. Bagaimana kalau 2 milyar umat Islam mengambil jalan “qonaah”, maka kita akan dipandang rendah oleh umat agama lain. maka kita seharusnya dapat menjadi seperti Abu Said Al Qudri atau Saad bin Abu Waqos, tidak menjadi Bilal terus terusan.

“Miskin itu dosa”
Kalau kita miskin karena nikmat (sarana) hidup yang diberikan oleh Allah tidak kita kelola dengan baik sehingga tidak menghasilkan rejeki yang melimpah. Bisa jadi ini merupakan azab karena kita kurang menyukuri nikmat itu akibat kurang bekerja keras memanfaatkan nikmat Allah.

Ada sebuah "kisah hikayat sufi" yang menarik yang bisa kita ambil hikmahnya, begini ceritanya ….
Pada zaman dahulu ada  seorang Sufi yang kaya raya bernama Said al Balkhi. Pada suatu saat Al Balkhi  bertemu seorang sufi lain yang fakir bernama Ibrahim bin Adham. Ibrahim bin Adham berkata kepada Al Balkhi :
“Hai hamba dunia, kasihan,  hidupmu dibelenggu dunia kemana pergi, dunia kau bawa”
Mendengar hal itu, Al Balkhi tidak tersinggung karena beliau telah menerapkan jalan kaya raya sebagai jalan kesufiannya, lalu ia bertanya kepada Ibrahim bin Adham
“Bapak luar biasa hebatnya dalam kefakiran tetap tabah, dalam kemiskinan tetap optimis, bagaimana kisahnya sehingga anda dapat melakukan ini?”
Lalu Ibrahim bin Adham bersenandung
“Oh Kemiskinan, engkaulah mahkotaku”
Kemudian ia berkisah dengan semangat…….
“Dulu aku adalah seorang gubernur di kawasan Bukhara yang berkuasa dan kaya raya, suatu saat saya berburu rusa namun tidak menemui seekor rusapun, yang kami dapat hanya seekor burung, saya panah dan kemudian jatuh kena sayapnya, kepada burung itu saya berkata:
“Hai burung, sebentar lagi kau akan mati terimalah nasib burukmu karena kamu tidak dapat terbang lagi. Tidak lama kemudian setelah saya tinggal sebentar. Tiba-tiba ada seekor burung lain yang menyambar burung yang terluka tadi dan membawanya ke sebuah danau. Burung yang sehat itu kemudian memberi minuman dan makanan kepada burung yang terluka sampai sehat dan dapat terbang lagi.”

Kemudian saya berkesimpulan bahwa :
“Sang Pemberi Rizki telah memberikan rizki cukup kepada seekor burung yang pincang lagi buta dan jauh dari teman-temannya ini. Kalau begitu, Tuhan Maha Pemberi tentu akan pula mencukupi rizkiku sekalipun aku tidak bekerja. Oleh karena itu, aku pun memutuskan untuk segera pulang dan berhenti dari gubernur dan meninggalkan semua harta dan keluarganya.”

Mendengar penuturan sahabatnya itu,Ibrahim berkata,
“Cerita anda luar biasa, tapi mengapa anda memposisikan diri menjadi burung yang lemah dan patah sayapnya bukan menjadi burung yang sehat dan kuat dan menolong burung-burung lain yang lemah?
Mengapa engkau mengikhlaskan dirimu sendiri untuk hidup di atas belas kasihan orang lain ?
Mengapa kamu tidak berpikiran sehat untuk mencoba perilaku burung yang sehat ? Apakah kamu tidak tahu bahwa tangan di atas itu lebih mulia daripada tangan di bawah ?”

Mendengar hal itu Al Balkhi menyadari kesalahannya kemudian beliau bekerja keras sehingga suatu saat kelak beliau menjadi tokoh Sufi yang terkenal dan kaya raya.


Khasidah kejujuran

Ia pun akhirnya bertanya-tanya
Dalam hidup yang penuh tipu muslihat ini
Ternyata kejujuran bisa seperti bunga mawar di ranting yang liar
Didekat kelopak yang indah itu selalu siap siaga duri yang mencakar

Kita pun bisa luka
Jika kejujuran itu kita genggam dengan terlalu bersemangat
Dan iman pun seperti orang yang lidahnya terkatup
Kini yang terlihat hanya duri bukan kuntum itu

Dan setiap dosa akhirnya punya dalihnya sendiri-sendiri
Dan manusia, ia dibenihkan dalam dosa
Hingga kesucian bukanlah milik manusia
Dan dosa harus diterima bahkan dimaafkan

Hidup pun tak dapat dituntut dengan nilai-nilai
Dan akhirnya, tak satu manusia pun yang bisa disalahkan

Oh alhamdulillah ……..
hidup ternyata bukan pelangi yang terbentang di langit sore
Dan kita pun sadar
Memang hidup sering buta
Namun hati tidak


Silahkan simak audio kajian beliau secara lengkap dibawah ini ...........


  .........

Baca selengkapnya......

Jumat, 13 April 2012

Kajian Tafsir, Jumat 13 April 2012

Kajian Tafsir Al Quran, Jumat 14 April 2012

Pagi ini, Ustad Sumardi melanjutkan kembali tafsir dari surat Ali Imron yang telah sampai di ayat 69-71

69. segolongan dari ahli kitab ingin menyesatkan kamu, Padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.
70. Hai ahli Kitab, mengapa kamu mengingkari ayat-ayat Allah, Padahal kamu mengetahui (kebenarannya).
71. Hai ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan Menyembunyikan kebenaran, Padahal kamu mengetahuinya?

Pada awal ayat ke 69 surat Ali Imron terdapat kata yang menarik yaitu “waddat” artinya kecintaan atau keinginan yang luar biasa dan demi kecintaan itu orang (yang diliputi “wadat” ini) akan rela mengorbankan segala sesuatu untuk mencapai kecintaan atau keinginan yang luar biasa itu. Kata “waddat” ini dipakai untuk menggambarkan keinginan sebagian orang-orang ahli kitab yang luar biasa untuk menyesatkan kaum muslim.

Mengapa keinginan mereka begitu besar?

Disebutkan dalam surat Al Baqarah: 109
109. sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dari ayat diatas tergambar bahwa ada kecemburuan sosial dan kedengkian yang begitu besar dari kaum Yahudi kepada nabi Muhammad dan kaum Islam pada waktu itu, karena posisi mereka di Madinah saat itu mulai tergeser oleh kaum Muslim baik dari segi sosial, agama dan terutama ekonomi.

Posisi Yahudi sebelum umat Islam datang ke Madinah :
1. Sangat mapan dan posisi tawarnya tinggi
2. Mereka merasa superior dalam hal agama karena punya kitab suci, sedangkan penduduk asli Medinah tidak memiliki kitab suci
3. Secara ekonomi, posisi penduduk asli Madinah profesinya masih tradisional misalnya perkebunan, kerajinan, sedangkan kaum Yahudi bergerak dibidang perdagangan yang menentukan pasar.

Posisi Yahudi setelah umat Islam datang ke Madinah :
1. Posisi ekonomi mereka terancam oleh kedatangan para umat Islam dari Mekkah yang rata-rata juga berprofesi sebagai pedagang seperti Abu Said al Kudri, Amr bin Ash, sehingga timbul pasar-pasar baru di Madinah sehingga umat Yahudi tidak lagi memegang posisi tawar yang tinggi seperti dulu.
2. Posisi sosial agama mereka terganggu oleh klaim kerasulan nabi Muhammad yang mengakibatkan banyak penduduk asli Madinah yang masuk Islam dan kini umat Yahudi tidak lagi dianggap sebagai umat yang “istimewa” karena memiliki kitab suci.
3. Posisi politik nabi Muhammad semakin meningkat dan mengancam posisi kaum Yahudi

Dari berbagai sebab itu, kemudian mereka melakukan berbagai provokasi untuk menyesatkan umat Islam seperti:
1. Mengatakan bahwa Al Quran adalah saduran bebas dari Taurat karena banyak cerita yang sama. Padahal kalau kita mempelajari kedua kitab itu maka hal itu dengan mudah akan terbukti tidak benar.
2. Mereka menganggap bahwa nabi Muhammad adalah murid dari seorang pendeta Yahudi
3. Mereka menganggap bahwa nabi Muhammad adalah penyebar ajaran Ibrahim yang tersesat

Tindakan yang mereka lakukan


Banyak hal yang belum disampaikan disini. Karena itu, silahkan simak kajian audionya dibawah ini …………..

.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 06 April 2012

Kajian Tafsir, Jumat 6 April 2012

Kajian Tafsir Al Quran Ali Imron 68-69

Di hari libur ini, Ustad Sumardi menyampaikan tafsir dari surat Ali Imron ayat 68-69


68. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman.
69. segolongan dari ahli kitab ingin menyesatkan kamu, Padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

Surat ini berkaitan dengan klaim keagamaan orang-orang Nasrani dan terutama Yahudi yang menganggap bahwa mereka adalah orang-orang yang paling utama disisi Allah karena mereka adalah keturunan terdekat dari nabi Ibrahim, karena mereka berasal dari keturunan nabi Iskak. Sementara orang-orang arab (termasuk nabi Muhammad) merupakan keturunan yang berasal dari nabi Ismail yang merupakan anak dari Siti Hajar yang merupakan budak dari Siti Sarah . Mereka menganggap bahwa prestasi seseorang hanya ditentukan oleh keturunan saja.


Nabi Ismail keturunan budak ?
Dalam Bibel Kitab kejadian pasal 16 ayat 1-2 disebutkan bahwa :
(1) Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. (2) Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. (3) Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. (Al Kitab Online)

Hampiri disini maksudnya hanya “ditiduri” bukan dinikahi. Dalam aturan perbudakan jaman dahulu, hal ini merupakan hal yang wajar. Tetapi nabi Ibrahim tidak melakukan itu, Ibrahim justru menikahi Hajar.


Aturan perbudakan dalam Islam
Bagaimana Al Quran menghapuskan perbudakan dalam Islam :
a. Setiap muslim harus memerdekakan budak (dengan gratis)
b. Banyak hukuman atas pelanggaran baik perdata, pidana maupun keagamaan (kafarat) berupa keharusan memerdekakan budak
c. Karena banyaknya orang muslim waktu itu yang belum mau memerdekakan budak secara gratis karena tingkat keimanannya yang masih kurang, maka Al Quran memberlakukan “Tasarri” yaitu tuan laki-laki boleh menggauli budak perempuannya namun begitu perempuan itu hamil dan melahirkan anaknya. Maka anak itu dinasabkan kepada ayahnya dan ibunya otomatis bebas. Sehingga lama-kelamaan jumlah budak akan berkurang.
Nabi Ibrahim tidak melakukan tasarri ini tetapi memerdekakan dan menikahi budaknya. Hal yang sama juga dilakukan oleh nabi Muhammad kepada seorang budak dari Mesir yang bernama Maria al Qibtiyah.

Banyak hal yang belum disampaikan disini. Karena itu, silahkan simak kajian audionya dibawah ini …………..

.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 30 Maret 2012

Kajian Tafsir, Jumat 30 Maret 2012

Ust. Sumardi Erlambang kembali memberikan pencerahannya tentang surat Ali Imron ayat 65-67. ayat ini merupakan edisi terakhir tentang dialog antaa para pendeta Nazran dengan Rasulullah Muhammad SAW.
Bagaimana akhir dari episode ini ???
Silahkan simak dibawah ini ......

.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 23 Maret 2012

Kajian Tafsir. 23 Maret 2012

Jumat ini, ustadz Sumardi Erlambang mengkaji surat Ali Imron ayat 61-64 yang merupakan klimaks dari perdebatan para pendeta Nasrani dari Najran dengan nabi Muhammad SAW.
Ketika semua alasan dan bukti disampaikan oleh Nabi Muhammad namun tidak meyakinkan para pendeta tersebut, Allah memberikan solusi terakhir yaitu Mahabalah. Mahabalah yaitu bersumpah tentang sesuatu yang diyakini, yang apabila keyakinan itu salah maka mereka yang bersumpah beserta seluruh keluarga dan umatnya bersedia dilaknat Allah.
Apakah para pendeta Nasrani mau melakukannya .....
Simak di kajian berikut ini ......


.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 16 Maret 2012

Kajian Tafsir, Jumat 16 Maret 2012

Kajian kali Ustad Sumardi Erlambang menghadirkan tafsir QS Ali Imron ayat 58-59. Namun sayang, saya terlambat merekamnya sehingga hanya terekam 3/4 bagian saja yang terekam.
Semoga tidak terlalu mengurangi pemahaman tentang kajian beliau.
Silahkan simak dibawah ini .......

.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 09 Maret 2012

Tafsir Al Quran, Jumat 9 Maret 2012

Menyambung penjelasan beliau yang minggu lalu terputus karena ada acara di tempat lain, Ustad Sumardi Erlambang kembali menyampaikan tafsir Surat Ali Imron ayat 55 - 57.
Masih belum memahami "kontroversi" beliau dalam ayat-ayat yang lalu?
Simak penjelasan beliau dibawah ini .... (biar tambah bingung hehehehe)
Open your mind ....

.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 02 Maret 2012

Tafsir Al Quran, Jumat 2 Maret 2012

Pagi ini Ustad Sumardi Erlambang tidak terlalu panjang menerangkan kajian Alquran karena ada acara di tempat lain. Kajian pagi ini membahas Surat Ali Imron ayat 55 yang membahas tentang makar yang direncanakan oleh kaum Yahudi terhadap Isa Al Masih yang gagal karena dibalas oleh "makar yang lebih baik" oleh Allah SWT.

Meskipun kali ini beliau banyak menyajikan referensi dari Al Kitab mengingat sedikitnya referensi dari Al Quran tentang hal ini, tapi masih cukup menarik untuk disimak. Bagaimana "makar yang lebih baik" versi Allah ?

Simak kajian beliau dibawah ini .....

.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 17 Februari 2012

Kajian Tafsir, Jumat 17 Februari 2012

Kajian Tafsir kali ini akan membahas 2 ayat langsung yaitu QS Al Imron ayat 53 dan 54. Dua ayat ini masih membahas tentang Nabi Isa AS disertai dengan berbagai masalah yang menarik.

Silahkan unduh kajian dibawah ini ===>


.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 10 Februari 2012

Kajian Tafsir, Jumat 10 Februari 2012

Setelah absen pada minggu lalu, Ustadz Sumardi Erlambang kembali hadir untuk mengkaji tafsir surat Al Imron ayat 52. Ayat ini membahas tentang al khawarriyin Nabi Isa AS, bagaimana gigihnya perjuangan mereka sampai apa penyebab "kekalahan" dakwah mereka dsb.
Hikmah apa yang bisa kita ambil dari ayat ini, silahkan simak di bawah ini.


.........

Baca selengkapnya......

Jumat, 27 Januari 2012

Kajian Tafsir, Jumat 27 Januari 2012

Masih di surat Ali Imron, Ustad Sumardi Erlambang menjelaskan tafsir ayat ke 51. "ayat yang pendek tapi luar biasa" begitu komentar beliau.
Penasaran tafsir beliau terhadap ayat ini silahkan simak di bawah ini ...

.........

Baca selengkapnya......