Blogger news

--- Ya Allah jadikanlah cintamu tercurah padaku --- Jadikanlah kecintaan orang-orang yang mencintaimu adalah cintaku --- Jadikanlah segala tindakan dan amalku selalu mengantar kepada mencintaimu --- jadikanlah cintaku padamu melebihi segala hal dari diriku dan keluargaku ---

Jumat, 06 April 2012

Kajian Tafsir, Jumat 6 April 2012

Kajian Tafsir Al Quran Ali Imron 68-69

Di hari libur ini, Ustad Sumardi menyampaikan tafsir dari surat Ali Imron ayat 68-69


68. Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), beserta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah pelindung semua orang-orang yang beriman.
69. segolongan dari ahli kitab ingin menyesatkan kamu, Padahal mereka (sebenarnya) tidak menyesatkan melainkan dirinya sendiri, dan mereka tidak menyadarinya.

Surat ini berkaitan dengan klaim keagamaan orang-orang Nasrani dan terutama Yahudi yang menganggap bahwa mereka adalah orang-orang yang paling utama disisi Allah karena mereka adalah keturunan terdekat dari nabi Ibrahim, karena mereka berasal dari keturunan nabi Iskak. Sementara orang-orang arab (termasuk nabi Muhammad) merupakan keturunan yang berasal dari nabi Ismail yang merupakan anak dari Siti Hajar yang merupakan budak dari Siti Sarah . Mereka menganggap bahwa prestasi seseorang hanya ditentukan oleh keturunan saja.


Nabi Ismail keturunan budak ?
Dalam Bibel Kitab kejadian pasal 16 ayat 1-2 disebutkan bahwa :
(1) Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. (2) Berkatalah Sarai kepada Abram: "Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak." Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. (3) Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, --yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan--,lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. (Al Kitab Online)

Hampiri disini maksudnya hanya “ditiduri” bukan dinikahi. Dalam aturan perbudakan jaman dahulu, hal ini merupakan hal yang wajar. Tetapi nabi Ibrahim tidak melakukan itu, Ibrahim justru menikahi Hajar.


Aturan perbudakan dalam Islam
Bagaimana Al Quran menghapuskan perbudakan dalam Islam :
a. Setiap muslim harus memerdekakan budak (dengan gratis)
b. Banyak hukuman atas pelanggaran baik perdata, pidana maupun keagamaan (kafarat) berupa keharusan memerdekakan budak
c. Karena banyaknya orang muslim waktu itu yang belum mau memerdekakan budak secara gratis karena tingkat keimanannya yang masih kurang, maka Al Quran memberlakukan “Tasarri” yaitu tuan laki-laki boleh menggauli budak perempuannya namun begitu perempuan itu hamil dan melahirkan anaknya. Maka anak itu dinasabkan kepada ayahnya dan ibunya otomatis bebas. Sehingga lama-kelamaan jumlah budak akan berkurang.
Nabi Ibrahim tidak melakukan tasarri ini tetapi memerdekakan dan menikahi budaknya. Hal yang sama juga dilakukan oleh nabi Muhammad kepada seorang budak dari Mesir yang bernama Maria al Qibtiyah.

Banyak hal yang belum disampaikan disini. Karena itu, silahkan simak kajian audionya dibawah ini …………..

.........

5 komentar:

newmen mengatakan...

top markotop... jozzzz ulasannya
TERUS BERKARYA dulooor semoga sellalu diberi kesehatan

pernak-pernik mengatakan...

smoga allah memudahkan jalanmu dan cita2mu. innallaha ma'ana ;)

(¯`·._.·[_mbahsomo_]·._.·´¯) mengatakan...

Salam kenal,

Mohon maaf, saya ingin tau yang menulis ini Ust, Sumardi or other.

Bisa ngak saya minta email untuk Ust Sumardi.
Bisa kirim ke email saya mbahsomo[at]do-event[dot]com

Pengajian Islami mengatakan...

Tulisan ini saya sadur dari kajian di radio Elvictor yang saya ddengarkan tiap pagi salah satunya Kajian oleh Ustad Sumardi setiap Jumat pagi. Kalau ada saduran yang salah dari saya mohon dimaafkan. untuk email ustad Sumardi mungkin bisa di sumardi@komunitasjalasutera.com

Pengajian Islami mengatakan...

untuk email ustad sumardi mungkin bisa di sumardi@komunitasjalasutera.com

Posting Komentar